Rabu, 08 Januari 2014

Kata Mutiara Menyentuh Hati Wanita

Kata Mutiara Menyentuh Hati Wanita - Seseorang yang sedang dilanda asmara memang selalu hampa tanpa kata-kata romantis untuk sang kekasih. Rangkaian kata-kata indah yang kita ungkapkan kepada sang do'i akan menjadi persembahan cinta kita dalam hati bahwa kita benar-benar cinta dan sayang kepadanya. Bukan sekedar kata-kata biasa namun akan menusuk hati terdalam sang wanita. Hehe.


Kata Mutiara Menyentuh Hati Wanita
Memang banyak cara untuk membuat sang pujaan hati kelepek-kelepek dengan kata-kata romantis yang kita ucakan. Rasa-rasanya hidup hampa tanpa kiriman sms romantis untuk sang pacar. Nah, bagi anda yang ingin membuat hubungan cinta anda lebih romantis ayolah berikan kata-kata mutara yang menyentuh hatinya.

Sekarang sudah saatnya bagi anda untuk melayangkan kata mutiara romantis menyentuh hati. Buatlah cewekmu tersenyum dan kelepek-kelepek akan kata-katamu. Ayo buktikan bahwa kamu itu romantis, saya akan berbagi sedikit Kata Mutiara Menyentuh Hati Wanita :

"kulihat bulan sendiri dimalam ini
entah kemana pergi sang bintang yang biasa menghiasi
seperti hati ini yang sepi tanpa hadirmu
kutunggu kau disini, bintang hatiku"

"Tiada yang lebih indah dalam hidup selain hidup berada di sampingmu. Aku tak sanggup jauh darimu, engkaulah jantung hatiku."

"ada 3 hal yang paling aku suka di muka bumi ini.
Matahari, bintang, dan kamu...
Matahari untuk siang hari...
BIntang untuk malam hari...
Dan Kamu untuk selamanya... "

"Aku pernah jatuh dari ketinggian. Aku udah pernah jatuh dari atas pohon. Semuanya memang menyakitkan. Tapi ada satu jatuh yang paling aku suka, yaitu jatuh cinta sama kamu.."

"Aku akan berusaha untuk selalu ada disampingmu kapanpun, karena setiap detik yang kupunya sangat adalah sangat berharga buatmu."


"Setiap kalimat rindu yang kau ucapkan semakin membuat hati ini merasakan betapa tulusnya cinta yg kau berikan."

Demikian beberapa Kata Mutiara Menyentuh Hati Wanita. Semoga sang doi bisa tersenyum bahagia.

Minggu, 05 Januari 2014

RINTIHAN HATI


  Tak percaya, seolah hari-hariku penuh dengan rasa tak percaya. Betapapun  aku berusaha untuk meyakinkan diri, tapi hingga saat ini semua itu belum berarti. Entah sampai kapan aku akan merasakan hal seperti ini. Seolah ada yang hilang dari hidupku, seolah ini bukanlah Dunia yang aku kenal dulu, dunia yang penuh dengan kehangatan, penuh dengan cerita, canda dan tawa, yang mungkin tiada akan aku dapati lagi walau kapanpun dan dimanapun aku berada.

Tak jarang dalam ilusiku berharap bahwa aku hanya sedang bermimpi dalam tidur pulasku, yang nantinya akan terbangun dan menjalani hari-hari yang seperti dulu lagi, dengan Dunia indah yang kumiliki dan ku goreskan warna-warni di setiap hariku dan kulukiskan senyum diwajah orang-orang yang ada di sekitarku, di wajah orangtuaku, sanak saudara, sahabat-sahabatku, dan semua orang yang menyayangiku yang kini tersa begitu sulit untuk bisaku menadahkan tangan agar bisa di sentuh mereka, untuk bisa menghapuskan rasa sedih, gundah, dan hampa dari hati orang-orang yang istimewa itu. Namun semakinku ingin terbangun, semakin susah pula ku untuk tersadar bahwa aku tak disisi mereka lagi.
            Terkadang terbesit dalam benakku agarku kembali ke dunia itu. Tempatku mengukir masa lalu yang indah, dan penuh dengan rasa perhatian dulu. Namun seolah seorang sang raja yang member titah kepadaku dan menabu genderang perang di hadapanku agarku turun sebaai panglima perang yang mampu menaklukan semua musuh-musuhku, demi menyelamatkan keluargaku dan orang-orang yang ada di sekitarku. Karena ku tak ingin keluarga dan sanak saudara ku terluka, terhina, di cerca, dan terselimuti dengan kesusahan. Hingga terpikir olehku “ apalah artinya ku mengikuti keegoisan hati, di banding kebahagiaan keluargaku dan orang-orang di sekitarku.
            Kulangkah perlahan demi perlahan kaki ini, meski terasa begitu sangat berat. Dengan niat dan tekad yang bulat dan semangat dari orang-orang di sekelilingku menjadikan penuntun dan pemicu bagiku. Kutinggalkan semua kenangan indah, ku tinggalkan tempat ku dilahirkan dan di besarkan, kutinggalkan warisan tanah luhur nenek moyangku, kutinggalkan engkau kampung halaman tercintaku, meski dalam hati berkata
Text Box:  ‘’ tiada akan kekal ku jauh darimu, dan suatu saat nanti aku akan kembali kepangkuanmu dan termakan tanah disisimu setelah terwaris ilmu dan apa yang aku miliki kepada sanak saudaraku’’